Senin, 10 Agustus 2009

Semangat Mbah Surip Inspirasi Tantri "Kotak"




Wafatnya penyanyi "Tak Gendong ke Mana-Mana", Mbah Surip juga membuat vokalis grup rock Kotak, Tantri, turut berduka. Dalam kenangannya, kegigihan dan semangat Mbah Surip di masa hidupnya mampu mengispirasi Tantri.

Vokalis bertubuh mungil itu mengaku terkaget saat mendengar kabar duka itu dari fasilitas Blackberry Messanger (BBM). Seketika itu pun, ia langsung teringat pada sosok sederhana Mbah Surip.

"Gue bener-bener kaget, enggak nyangka kalau Mbah Surip sudah enggak ada, karena pas dengar kabar kebetulan Kotak baru pulang dari Jambi," cerita Tantri ditemui di peluncuran single Grup Band Kotak untuk Ramadhan, di Jakarta, Selasa (4/8).
Setahu Tantri, semasa hidupnya Mbah Surip tak pernah merepotkan event organizer yang mengundangnya untuk bernyanyi lagu "Tak Gendong Ke Mana-Mana". "Pokoknya gue inget kalau Mbah Surip itu datang selalu tanpa kru, dan dia itu kalau datang cuma ditemani anak dan gitar kopongnya," cerita Tantri. "Pokoknya panitia enggak perlu repot, karena Mbah Surip cukup disediakan kopi saja," sambungnya.

Soal semangat yang dimiliki pria paruh baya itu, Tantri tak segan-segan untuk mengacungkan dua jempol. "Semangatnya itu loh top banget, dia (Mbah Surip) semangatnya gue akui bisa menginspirasi gue," tutup Tantri. (deramalife.blogspot.com)

KOTAK Tour 11 Kota di Sumatra


Band Kotak jalan-jalan ke Sumatera. Sejak 27 Juli hingga 12 Agustus, band rock yang melejit dengan lagu ”Masih Cinta” dan ”Tinggalkan Saja” ini menjelajah 11 kota di Sumatera dalam rangka tur.

”Kami start dari Padang dan akan berakhir di Lampung,” kata vokalis Kotak, Tantri, mewakili personel Kotak yang lain, yaitu Cella (gitar), Chua (bas), dan Posan (drum). Kotak tampil bersama sejumlah band, di antaranya Kangen Band dan Mahkota Band.

Baru pertama kali menginjakkan kaki di bumi Sumatera, Tantri Cs dibuat kaget dengan respons penonton Sumatera. ”Contohnya waktu di Jambi. Kan ini baru pertama kalinya Kotak ke Jambi, ternyata penontonnya banyak banget. Mereka bahkan rela menunggu sejak siang,” kata Tantri senang.

”Yang bikin kami tambah seneng, biarpun penontonnya padat banget, mereka damai-damai aja tuh. Jadi, kami juga seneng,” tambah Tantri.

Di tengah kesibukan tur di Sumatera, Kotak ”terpaksa” terbang kembali ke Jakarta untuk tampil di acara peluncuran album religi kompilasi. Lagu Kotak berjudul ”Kembali UntukMu” masuk dalam album religi kompilasi yang dikeluarkan Warner Music Indonesia bersama sejumlah artis, di antaranya Krisdayanti, Alexa Band, dan Maliq & D’Essentials.

Kotak Band dan Mahkota Band Bikin Heboh Lapangan Parkir Unbari Jambi



Kota Jambi kali ini mendapat giliran konser touringnya Band Kotak dan Mahkota

Tik…. Tik…. Tik….. waktu berdetik tak mungkin bisa kuhentikan….. alunan lagu Masih Cinta pun mengelanun dari suara emas Pare sang vokalis Kotak Band bersama ribuan penonton yang memadati lapangan parkir Unbari (Nuversitas Batanghari Jambi) Senin (03/04) kemarin.

Panasnya terik matahari nggak bisa melunturkan para remaja Jambi untuk mengikuti gelaran konser terbuka ini. Buktinya, dari pukul 1 siang sampe 5 sore kemarin seluruh penonton pada mantengin konser band yang beraliran Modern Rock. Maklum konser band Kotak dan Mahkota ini baru yang pertama kali menginjakkan kaki ke Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini.

Kotak, berarti 4 sisi dari 4 sudut karakter yang berbeda, menjadi satu dalam musik. Dasyat, personil Band Rock Indonesia yang mengikuti aliran Linkink Park ini, terdiri dari Pare (Tantri) vokalis, Chua(Swasti Sabdastantri) bassist, Cella (Mario Marsella) Giitaris, dan Posan (Haposan Hariyanto Tobing) Drummer mampu membius ribuan penonton, bahkan sampai memadati arus lalu lintas di kawasan Broni Jambi.

Tak pelak, bahkan musik sempat dihentikan, saat penonton yang didepan terinjak-injak oleh ramainya remaja Jambi yang berdesakan.
Namun, pantauan Jambi-online.com, kejadian tersebut bisa diatasi oleh pihak panitia dan aparat dari Poltabes Jambi yang langsung menurunkan tim sat intelnya guna mengamankan jalannya konser.

Saat ditemui jambi-online.com disela-sela konsernya, Chua, sang basist yang terlihat bermandikan keringat siang itu mengatakan, kalau Kota Jambi banyak sekali yang antusias melihat konser terbuka mereka. Bahkan, ia merasa sangat senang dan semakin bersemangat untuk memainkan lagu-lagunya.

“Meskipun panas, tapi kami tetep semangat kok… karena para penonton banyak bangeeet dan sangat menikmati lagu-lagu yang kami bawain. Ini menambah kami bersemangat lagi,”ucap Chua, sang bassist manis ini kepada jambi-online.com kemarin.

Ketua Panitia, Aerlangga, mengatakan bahwa acara ini merupakan rangkaian dari tuoring se-sumatera Band Kotak dan Mahkota yang bekerjasama dengan Clas Mild. Band-band papan atas Kota Jambi seperti Rantai Band pun turut menjadi band pembuka.

“Memang band Kotak dan Mahkota ini pertama kali konser di Kota Jambi ini. Wajar saja kalau para penonton berjubelan memadati areal parkir kampus kami (Unbari, red),”ujar Aerlangga yang dipercaya sebagai ketua panitia.

Salah satu lagu yang dipersiapkan Kotak Band yang diproduseri oleh Dodi (Kahitna) sebelum tampil adalah Tinggalkan Saja. Kliatan saat tampil. Nggak Cuma itu mereka juga membawakan lagu diantaranya Beraksi, Masih Cinta dan beberapa lagu hits mereka.

Nggak ketinggalan penampilah dari Mahkota Band, untuk yang satu ini silahlah dengerin lagu hits mereka, “Jangan Ganggu Dulu”. Band asal Cianjur ini di motori oleh Imenk, Ega, Rangga dan Dino inipun turut menambah konser heboh dan membuat para penonton berjingkrak bersama. Itu lho, aksi panggung sang gitaris ganteng, Dino pun mendapat perhatian lebih dari penonton. Pantes aja kalo band yang beraliran Pop ini juga memiliki banyak fans di Jambi.

“Nggak nyangka, ternyata Jambi Ramai sekali ya. Sambutan penontonnya juga asik-asik,”ungkap Imenk sang vokalis Mahkota Band menyapa para remaja Jambi.

Praktis, hampir 5 jam penonton asik dengan konser kali ini. Tapi, nggak kelar sampe situ. Saat tim jambi-online menemui Dino (gitaris), ia mengatakan bahwa konser di Kota Jambi ini lebih seru dibandingkan dengan kota lain di Sumatera.

“Kota Jambi ini sangat berkesan buat Mahkota Band. Seru aja kali ya. Saya sangat senang dengan para penonton yang berjubelan tetapi tidak menimbulkan kerusuhan dan menyambut kami dengan meriah,”ungkap Dino menandaskan.

Salah seorang penggemar mereka yang berhasil ditemui tim jambi-online.com pun mengatakan, bahwa konser ini adalah konser yang sangat meriah. Karena, mereka bisa menyaksikan band idola mereka dari secara langsung.

“Wuuuihhh, keren bangeet, pokoknya puas puas puas…. bisa ngeliat Band Kotak dan mahkota dari deket,”ujar Widi, slaah seorang mahasiswi sore itu.

Sebagai pamungkas acara konser kali ini, band Mahokta dan Kotak mengadakan jumpa fans di RCC Jambi.(jambi-online.com)

Sabtu, 08 Agustus 2009

Senyum Terakhir

Kupandangi empat foto ukuran 20R yang tertempel di dinding kamarku. Kamarku selalu biru. Kupandangi senyum itu, senyum terakhir yang ada padanya. Kini segalanya telah sirna. "Deu... yang jadi mahasiswa terbaik! Selamat ya Kak!" Aku memberi selamat pada kakak sambil memeluknya. "Adek ntar harusnya juga gitu!" sela mamaku. Aku tak mengomentari, aku hanya manyun sambil bergelanyut manja pada mama.

"Makasih ya, Dek, Ma, Pa! Mungkin tanpa kalian, Syadza nggak mungkin bisa dapatin prestasi ini. Thanks for all!"

"By the way, rencana syukurannya kapan nih? Terus, mau acara ke mana?" tanyaku iseng. "Kita sudah lama nggak ke vila. Gimana kalau kita ke vila aja?" Papa memberi penawaran yang langsung kami sambut sambut dengan teriakan setuju. Kami pun bergegas meninggalkan gedung tempat kakak diwisuda untuk beranjak pulang.

Semua kurasakan bak mimpi. Meskipun bukan yang terbaik di sekolah, aku tetap bersyukur bahwa aku masih berkesempatan menjadi lulusan dengan nilai tertinggi ketiga di sekolah. Aku juga diterima PMDK di jurusan yang aku inginkan.

Kakakku, Syadza, yang juga merupakan saudaraku satu-satunya, dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik pada saat wisudanya. Tawaran pekerjaan pun datang, tanpa kakak harus mencari. Papa dan Mama usahanya lancar. Mereka telah membuka cabang untuk toko yang mereka rintis bersama di beberapa tempat. Aku bersyukur sekali.

"Pa, rencananya hari ini kite ngapain?" tanya Kak Syadza sambil mengoleskan selai pada roti tawarnya.

"Hari ini kalian mau mancing atau ke air terjun?" Papa membebaskan kami untuk memilih.

Suara Mama yang memecah kesunyian, "Mancing aja, Pa! Sekalian nanti kita makan siang di sana dan bisa beli ikan di sana. Mama juga pengin liburan!"

"lihh maunya!" seruku dan kakak bersamaan. Papa hanya menanggapi dengan senyuman.

Akhirnya, usulan mama yang dilaksanakan. Sebab, memang tak ada usulan yang lain dari kami. Tempat memancing favorit kami berada agak jauh dari vila. Bukan di danau, tapi di kolam-kolam. Di sisinya, terdapat pendopo kecil untuk tempat memancing dan bersantai.

Setelah puas memancing dan makan siang, kakak mengusulkan untuk menghabiskan sisa hari di air terjun. Kami pun menyetujinya.

"Berapa tahun sih Kak, kita nggak ke sini? Beda banget dari yang dulu!" Kutoleh kakakku yang juga terpesona oleh keindahan alam yang ada. Tidak menjawab, kakak malah balik bertanya padaku tanpa menoleh ke arahku, "Nea bawa kamera?"

Pertanyaan yang tidak perlu sekali untuk dijawab. Ke mana pun kami pergi mama, yang memiliki hobi fotografi tentu tak pernah absen dari kameranya. Hanya saja, kakak tidak begitu perhatian ketika dan tadi di tempat memancing hingga tiba di sini, mama tak pernah berhenti untuk memfoto segala objek.

Setiap ekspresi kami yang tanpa dibuat-buat akan terabadikan oleh kamera mama. Air mataku tak henti mengalir membasahi pipi. Senyum itu begitu tulus, begitu lepas, seolah tak ada beban.

Tiba-tiba kurasakan belaian tangan yang telah kuhafal sekali.. "Papa udah nunggu di mobil, sayang," kata mama lembut.

Sekali lagi kutatap potret yang tergantung di dinding kamarku itu. Saat kakak wisuda, kami berdua kegirangan karma kami berhasil mendapatkan ikan, bermain air di sungai air terjun, dan ketika kami menikmati percik-percik air terjun.

Aku pun segera beranjak dan menyusul mama yang telah berjalan menuju mobil. Kuhapus air mataku. Kucoba menghentikannya.

Seperti biasa, mama selalu menemaniku duduk di bangku belakang kemudi papa. Mama tak akan pernah melepaskan pelukannya kepadaku. Di tengah perjalanan, sekali lagi kulayangkan pertanyaan yang hingga kini belum jugs terjawab, "Apa sih yang terjadi pada kakak pagi itu?" Semua diam. "Kenapa waktu itu aku nggak mau di ajak jalan jalan pagi sama kakak ya!" sesalku.

Setelah seharian beraktivitas di luar rumah, keesokan paginya aku kelelahan. Tapi, entah kenapa kakakku semangat sekali untuk joging. Dia mengajakku serta. Tapi, aku tak mau ikut. Akhirnya, dia pergi sendirian.

Hari telah siang, tapi kakak belum juga kembali. Kami mengira dia mampir ke vila temannya yang memang banyak berada di dekat vila kami. Tak selang beberapa lama, ternyata kakak pulang. Tapi, kakak tidak sendiri dia diantar oleh orang-orang yang menemukannya. Keadaannya begitu buruk sekali. Sayangnya, tak ada satu orang pun yang tahu apa yang telah terjadi pada kakak.

"Nea, ayo turun sudah sampai," bisik mama perlahan. Kuhela napasku dalam-dalam. Kukuatkan jiwaku. Sekali lagi untuk entah yang kesekian kalinya, kubaca papan itu, rumah sakit jiwa...

Ya, kakakku yang brilian mengalami ketakutan yang luar biasa. by deramalife.blogspot.com

Jumat, 07 Agustus 2009

Dibilang Hamil, Tantri Kotak Diet Keras



Jika anda memperhatikan penampilan Tantri Syalindri, vokalis Kotak Band, dari video klip Beraksi, Masih Cinta, sampai Tinggalkan Saja, terlihat perubahan bentuk tubuhnya yang bertambah gemuk. Sebagai pekerja entertainment, hal itu tentu saja menuai protes.


"Waktu ada yang tanya apakah aku hamil, langsung deh berniat diet," kata Tantri ditemui di sela pembuatan video klip di kawasan Kota Lama, Jakarta Utara, Selasa (21/7). Untuk menurunkan berat badannya, Tantri berkonsultasi dengan dokter.

"Aku ambil diet kalori, jadi makan nasi itu dibatasi. Diganti daging, telur, dan susu," tambahnya.

Hasilnya, saat pembuatan video klip Kembali Padamu, berat badan Tantri sudah turun delapan kilogram. "Alhamdulillah, kebetulan aku ini termasuk orang yang berat badannya cepat naik dan cepat turun pula. Jadi pas waktunya syuting sudah tampak lebih baik," katanya.

Bertambahnya berat badan Tantri, ternyata berhubungan dengan banyaknya jadwal konser Kotak. "Soalnya kalau konser di daerah aku suka ikut wisata kuliner. Apalagi kalau di Surabaya, makan sego sambel. Itu kan malam hari makannya abis konser, melar deh," kelakarnya.

Karena itulah, saat proses diet Tantri lebih banyak memilih tinggal di hotel. "Teman-teman mendukung program aku. Jadi aku nggak diajak jalan-jalan ke luar hotel selesai manggung," tuturnya. 

Lantas bagaimana dukungan pacar? "Kalau pacar aku sih santai aja, dia terima aku apa adanya," imbuhnya.

gimanapun mbaa tantri tetep kerend kok mbaa, so ga usah gubris omongan orang yah,..heheh. ^_^ deramalife.blogspot.com

Lagi Sindrome MCR, Panic, Maroon5, ma Jasom M'raz


   

       Ga tau kenapa akir2 ini dah 1bulan terakhir sih, aku kok suka dengerin lagu2 band luar yah...??? MCR, Panic At the Disco, Maroon5, ma Jason M'razz. ga tau kenapa tiap dengerin lagu2 dari mereka jiwa rockq bertambah, biasa denger lagu2 KOTAK n always dengerin tiap hari, ga bosen tuh. malah kalo sehari ga dengerin lagu2 mereka hampa rasanya, hehehhe lebayq kumat. Mungkin lirik lagu2 mereka ngena bget, ma instrumental musiknya kerend abis. 

Lagu2 mereka bikin aku semangat, tambah garang ni semangatnya kalo dengerin lagu mereka, heheh,.. Mereka buat hari2ku makin berwarna dan bersemangat.

Pada tau kan Lagunya MCR yang I don't love you ma Disenchanted yang ada di album The Black Parade, trus lagunya Panic semua aku suka enak2 sih. Tapi tetep hati dan jiwaku tetep pada KOTAK band dari dalam negeri kita sendiari yang top abis ga ada duanya ketimbang band2 laen yang jenre musiknya juga rock, tapi tetep KOTAK donk nomer satu,..

-ROCK NEVER DIES-

Mbah Surip The Legend Of "Tak Gendong"




Biografi of Mbah Surip Dilahirkan di Mojokerto, 5 Mei 1957 dengan nama asli Urip Achmad Riyanto bin Soekotjo adalah duda dengan empat orang anak sekaligus kakek dari empat cucu. Mbah Surip merupakan lulusan dari Sekolah Teknik Pasna Wiyata pada 1974 dan lulus dari STM Brawijaya pada 1977. Ia juga sempat melanjutkan pendidikannya ke Teknik Mesin Universitas Sunan Giri Cabang Mojokerto pada 1979. Kelar menyelesaikan kuliahnya, Mbah Surip menikah dengan Minuk Sulistyowati. Dari pernikahannya ini, ia dikaruniai 4 orang anak, Tita (Prita), Farid (kini menjadi manager Mbah Surip di Jakarta), Krisna (Nina) dan Ivo (masih kuliah semester 2 di jurusan Satra Jepang Unesa).Sebelum menjadi seniman, Mbah Surip menjalani berbagai macam profesi. Mulai pekerjaan di bidang pengeboran minyak, hingga tambang berlian di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania, dan California.Karena ingin mengadu nasibnya, akhirnya Mbah Surip hijrah ke Jakarta. Ia kemudian bergabung dengan komunitas seniman, sebut saja Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki. Karena terlalu lama merantau, akhirnya sang istri meminta cerai. Dan Minuk pun menikah lagi. Sedang Mbah Surip memilih tetap menjadi duda.Kesempatan pun datang kepada seniman yang pernah menerima penghargaan dari MURI untuk aksi menyanyi terlama ini. Ia mendapat kesempatan masuk ke studio rekaman.Dalam perjalanan bermusiknya, ia telah mengeluarkan beberapa album yang dimulainya sejak 1997. Beberapa albumnya antara lain, IJO ROYO-ROYO (1997), INDONESIA I (1998), REFORMASI (1998), TAK GENDONG (2003) dan BARANG BARU (2004).Tak Gendong sendiri ia ciptakan pada 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat. Menurut Mbah Surip lagu ini memiliki makna filosofi tersendiri, yakni belajar salah.Pada hari Selasa, 4 Agustus 2009, Mbah Surip meninggal. Menurut kabar yang beredar, Mbah Surip yang kerap mengatakan 'I Love You Full' ini menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 10.30 wib, setelah sebelumnya sempat dilarikan ke RS Pusdikkes, Jakarta Timur. Mbah Surip meninggal dengan status duda dan meninggalkan empat anak dan empat cucu. Jenazahnya akhirnya dimakamkan di di kawasan Bengkel Teater Rendra milik W.S Rendra , Depok, Jawa Barat untuk beristirahat selama-lamanya.

SELAMAT JALAN MBAH SURIP, I LOVE U FULL. KARYAMU KAN TERINGAT SELALU

GOOD BLES U